Kelenteng Hian Thian Siang Tee Jadi Salah Satu Wihara Tertua di Indonesia

Kelenteng Hian Thian Siang Tee
Humas Pemprov Jateng

 

Bicara soal kelenteng sekaligus wihara tertua, tak lengkap rasanya jika tak menyebutkan Kelenteng Hian Thian Siang Tee. Kelenteng ini terletak di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Berjarak 60 kilometer dari Kota Semarang, kelenteng ini konon dibangun sejak berabad-abad yang lalu oleh tokoh pengobatan dari Tiongkok, yakni Tan Siang Hoe dan kakaknya, Tan Siang Djie. Ada yang menyebut kelenteng ini dibagun sekitar tahun 1600-an. Ada pula yang menyebut kelenteng ini dibangun sejak tahun 1800-an.

Oleh sebab itu, tempat ibadah ini sering disebut-sebut sebagai salah satu kelenteng tertua. Kelenteng Hian Thian Siang Tee memiliki lima patung dewa. Salah satunya adalah Kongco (dewa) Hian Thian Siang Tee (Dewa Obat) sebagai tuan rumah yang dibawa langsung dari Negeri Bambu.

Ada pula Kong Co Kwan Tee Kun, Khong Hu Cu, Makco Kwan Im, dan Sang Buddha. Tiga Kong Co, yakni Hian Thian Siang Tee, Kwan Tee Kun, dan Khong Hu Cu berada di satu atap dan dipisahkan oleh dinding dengan pintu penghubung. Keberadaan patung Makco Kwan Im dan Sang Buddha menjadi keunikan tersendiri di Kelenteng Hian Thian Siang Tee.

Hal ini karena kelenteng menjadi satu dengan tempat peribadatan umat Buddha, yakni wihara. Saat masuk ke wihara, suasana tenang dan alunan musik sendu akan mendominasi. Menurut Woto sang penjaga Kelenteng, penerangan di tempat ini masih menggunakan lampu teplok serta minyak tanah, dan tidak menggunakan aliran listrik.

Menurutnya hal ini terjadi karena Kong Co tidak menghendaki itu. Jika melihat keseluruhan bangunan kelenteng, material bangunan tersebut didominasi oleh kayu yang diperkirakan umurnya sudah 100 tahun lebih.

Sayangnya sulit menemukan bukti yang kredibel untuk memastikan berapa tepatnya usia klenteng tersebut. Beberapa artefak kuno yang dapat digunakan untuk mengetahui umur asli dari klenteng tersebut hanya lah perlengkapan senjata kuno asal China dan manuskrip tua asal China.

Namun menurut penuturan pihak pengurus kelenteng, pendiri kelenteng tersebut yakni Tan Siang Hoe dan Tan Siang Djie mendirian kelenteng lantaran tidak ada tempat ibadah untuk warga keturunan Tionghoa yang menganut kepercayaan Konghucu.

Sebagai informasi, Desa Welahan sudah sejak lama terkenal dengan sebutan Desa China karena mayoritas warganya adalah warga etnis keturunan Tionghoa.

Akses menuju Kelenteng Hian Thian Siang Tee cukup mudah. Jalan menuju ke sana sudah beraspal dan bisa diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Anda bahkan bisa bepergian ke sana menggunakan kendaraan umum, mengingat lokasinya yang tak jauh dari Pasar Welahan.

Bagi Anda yang bukan penganut kepercayaan Konghucu tidak perlu khawatir, pihak pengurus kelenteng mempersilahkan warga dari agama lain untuk berkunjung masuk ke kelenteng, baik itu muslim, nasrani ataupun hindu.

Meskipun kini sudah menjadi objek wisata, ternyata dulu Kelenteng Hian Thian Siang Tee populer di masyarakat gara-gara menjadi tempat berobat bagi masyarakat umum, bahkan pahlawan kaum perempuan di Indonesia yakni RA Kartini juga pernah berobat ke kelenteng tersebut menurut keterangan dari pihak pengurus kelenteng.

Bahkan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga pernah mengunjungi klenteng tersebut ketika ia masih berstatus sebagai calon Presiden RI 2024.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang klenteng, wihara, atau tempat ibadah tertua lainnya di Indonesia? Kunjungi Linamasa.com dan temukan berita informasi di situs tersebut.