Mengenal Jenis-jenis Crane dan Fungsinya

Dalam dunia konstruksi, logistik, dan industri, crane adalah “tangan kanan” proyek yang bertugas mengangkat, memindahkan, dan menurunkan beban berat yang mustahil dikerjakan secara manual. Pemilihan jenis crane yang tepat akan berpengaruh langsung pada efisiensi waktu, biaya, dan keselamatan kerja di lapangan.

Berbagai penelitian teknik sipil juga menegaskan bahwa pemilihan antara tower cranemobile crane, dan tipe lain dapat membuat perbedaan signifikan terhadap durasi pekerjaan dan total biaya proyek gedung bertingkat. Artinya, bukan hanya soal “ada crane atau tidak”, tapi jenis, kapasitas, dan cara pakainya turut menentukan keberhasilan proyek.

CV. Putra Jaya Laksana, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, hadir sebagai penyedia layanan sewa crane profesional di Cilegon yang memahami karakter tiap proyek. Mulai dari kawasan industri berat, pelabuhan, hingga pembangunan pabrik dan gudang. Dengan armada telescopic craneboom truck cranecrawler cranerough terrain crane, TMC, hingga forklift, perusahaan ini siap membantu Anda memilih alat angkat yang paling tepat dan aman untuk kebutuhan di lapangan.

Mengenal Jenis-jenis Crane dan Fungsinya

1. Tower Crane

Tower crane adalah crane tinggi menjulang yang biasa Anda lihat di proyek gedung bertingkat, apartemen, dan perkantoran. Crane ini dipasang pada pondasi beton khusus dan bersifat fixed (statis) selama proyek berlangsung.

Fungsi utama tower crane:

  • Mengangkat material berat (baja, beton, bekisting, mesin) ke ketinggian puluhan meter
  • Menjangkau area luas secara horizontal dengan jib yang panjang
  • Sangat efisien untuk proyek jangka panjang dengan zona kerja yang relatif tetap

Berbagai studi membandingkan efisiensi tower crane dengan mobile crane pada proyek bertingkat dan menemukan bahwa tower crane umumnya lebih cepat untuk pekerjaan berulang di area tetap, meskipun biaya sewanya bisa lebih tinggi. Karena itu, tower crane ideal untuk proyek gedung tinggi yang berlangsung berbulan-bulan di satu lokasi yang sama.

2. Mobile Crane / Truck Crane

Mobile crane atau truck crane adalah jenis crane yang dipasang di atas truk, sehingga bisa dengan mudah berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa perlu dibongkar pasang. Ini adalah salah satu tipe crane paling fleksibel untuk proyek konstruksi, industri, maupun infrastruktur.

Fungsi utama mobile crane:

  • Mengangkat dan memindahkan material berat dengan jangkauan yang cukup luas
  • Mendukung pekerjaan yang berpindah-pindah lokasi (misalnya antar titik di kawasan industri)
  • Cocok untuk pekerjaan instalasi alat, ereksi struktur baja, atau loading–unloading berat

Kelebihan lain truck crane adalah waktu setup yang relatif singkat. Crane datang ke lokasi, kaki penopang (outrigger) dibentangkan, dan alat siap digunakan. Hal ini membuat mobile crane sangat populer di kawasan industri seperti Cilegon dan Cikande yang banyak memiliki proyek jangka pendek namun intensif.

Pada kapasitas tertentu, misalnya kebutuhan crane 25 ton untuk proyek di Cikande truck crane menjadi pilihan favorit karena cukup bertenaga, mudah dimobilisasi, namun masih efisien dari sisi biaya dan akses jalan.

3. Telescopic Crane

Telescopic crane adalah jenis crane dengan lengan (boom) yang bisa memanjang dan memendek seperti teleskop. Umumnya boom berbentuk silinder baja berongga yang saling masuk-keluar dengan sistem hidrolik. Banyak truck crane modern yang menggunakan telescopic boom.

Fungsi utama telescopic crane:

  • Mengangkat beban berat dengan jangkauan yang dapat di-adjust sesuai kebutuhan
  • Ideal di lokasi kerja yang ruang geraknya terbatas tetapi membutuhkan jangkauan vertikal/horizontal tertentu
  • Cocok untuk pekerjaan pemasangan peralatan di ketinggian menengah–tinggi

Keunggulan telescopic crane dibanding lattice boom tradisional adalah kecepatan persiapan dan kepraktisan mobilisasi. Tidak perlu merangkai boom satu per satu di lapangan, sehingga waktu efektif kerja semakin panjang. Di zona industri padat seperti Cilegon, hal ini menjadi nilai tambah besar karena setiap jam di lapangan bernilai biaya yang tidak sedikit.

4. Boom Truck Crane

Boom truck crane adalah truk yang dilengkapi lengan boom (biasanya telescopic) di bagian belakang atau tengah kendaraan. Jenis ini sering disebut juga cargo crane di beberapa referensi.

Fungsi utama boom truck crane:

  • Mengangkut material di atas bak truk sekaligus mengangkatnya naik–turun dari bak
  • Sangat berguna untuk distribusi material dari gudang ke lokasi proyek, lalu langsung melakukan bongkar–muat tanpa alat tambahan
  • Cocok untuk kebutuhan ringan–menengah, seperti perpindahan steel structurepiping, mesin, atau peralatan pabrik

Keunggulan utama boom truck adalah efisiensi logistik: satu kendaraan berfungsi sebagai alat angkut dan alat angkat. Untuk proyek-proyek di kawasan industri Cikande atau Cilegon yang melibatkan banyak titik distribusi material, boom truck crane dapat memangkas kebutuhan alat dan waktu, sekaligus mengurangi potensi risiko handling manual yang berbahaya.

5. Crawler Crane

Crawler crane adalah jenis mobile crane yang menggunakan roda rantai (crawler track) seperti excavator, bukan ban karet. Desain ini membuatnya sangat stabil di medan tidak rata dan tanah lunak, meskipun kecepatannya bergerak relatif lambat.

Fungsi utama crawler crane:

  • Mengangkat beban berat di area proyek dengan kondisi tanah kurang ideal
  • Cocok untuk proyek jembatan, pelabuhan, pekerjaan pondasi, hingga proyek heavy lifting di area off-road
  • Mampu bekerja di tempat yang sempit dengan daya angkat besar

Menurut literatur alat berat konstruksi, crawler crane sering dipilih ketika mobilisasi awal masih memungkinkan menggunakan trailer, tetapi selama proyek berlangsung alat perlu sering bergerak di medan yang menantang tanpa kehilangan stabilitas. Untuk proyek infrastruktur besar di sekitar Banten, seperti jalan, jembatan, atau pelabuhan crawler crane menjadi salah satu tulang punggung operasi pengangkatan berat.

6. Rough Terrain Crane

Rough terrain crane dirancang khusus untuk bekerja di medan kasar (off-road), misalnya area proyek yang belum memiliki akses jalan permanen. Crane ini biasanya hanya diizinkan beroperasi di area kerja proyek, bukan di jalan umum, dan dipindahkan menggunakan trailer.

Fungsi utama rough terrain crane:

  • Bekerja di medan tidak rata, berlumpur, atau berbatu dengan tetap menjaga stabilitas
  • Ideal untuk proyek konstruksi berat seperti jembatan, bendungan, struktur baja besar
  • Memiliki kemampuan manuver tinggi di area terbatas dan uneven ground

Desain ban lebar dan sistem kemudi khusus membuat rough terrain crane mampu mencapai lokasi-lokasi yang sulit dijangkau truck crane biasa. Inilah alasan crane jenis ini sering menjadi pilihan di tahap awal pembangunan proyek infrastruktur besar, sebelum akses jalan dan area kerja tertata rapi.

7. TMC (Truck Mounted Crane)

TMC atau Truck Mounted Crane pada dasarnya adalah crane yang dipasang di atas sasis truk, mirip dengan truck crane atau cargo crane, namun umumnya dikategorikan sebagai alat dengan kapasitas kecil hingga menengah dan sangat populer untuk pekerjaan harian di industri.

Fungsi utama TMC:

  • Mendukung pekerjaan ekspedisi material, pergudangan, dan industri manufaktur
  • Membantu loading–unloading mesin, diesmold, material baja, dan peralatan pabrik
  • Fleksibel untuk berpindah antar pabrik, gudang, dan proyek dalam satu hari kerja

Di banyak kawasan industri, TMC menjadi “alat serbaguna” yang hampir selalu dipakai setiap hari. Kapasitasnya bervariasi, dari beberapa ton hingga belasan ton, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan batasan akses lokasi.

8. Forklift

Secara teknis, forklift bukan termasuk crane, namun masih berada dalam kategori alat angkat dan angkut yang sangat penting di gudang, pabrik, maupun area proyek.

Fungsi utama forklift:

  • Mengangkat dan memindahkan palet, material, dan peralatan di permukaan tanah
  • Sangat efisien untuk pekerjaan bongkar–muat di gudang, pelabuhan kecil, dan area logistik
  • Menopang operasi crane dengan merapikan material, menata area kerja, dan menyiapkan beban untuk diangkat crane

Dalam banyak kasus, kombinasi crane di area luar dan forklift di area dalam (gudang/pabrik) menjadi paket lengkap untuk memastikan alur logistik material berjalan efisien dan aman.

Cara Memilih Jenis dan Kapasitas Crane yang Tepat

Memilih crane tidak bisa hanya berdasarkan feeling atau “yang penting kuat angkat”. Beberapa faktor yang wajib dipertimbangkan antara lain:

  • Berat beban dan radius kerja
    Kapasitas crane (misalnya 25 ton) harus dihitung berdasarkan berat beban nyata dan radius pengangkatan. Semakin jauh jangkauan, kapasitas efektif crane akan menurun.

  • Kondisi lokasi dan akses
    Apakah lokasi proyek berada di gedung tinggi, area industri padat, lahan off-road, atau gudang tertutup? Jawaban ini akan menentukan apakah lebih tepat menggunakan tower crane, truck cranerough terrain crane, atau crawler crane.

  • Durasi dan pola kerja proyek
    Proyek jangka panjang di satu titik cenderung cocok memakai tower crane. Untuk pekerjaan yang berpindah-pindah, mobile crane lebih efisien.

  • Regulasi keselamatan dan standar K3
    Penggunaan crane harus mengacu pada standar K3, termasuk inspeksi berkala, sertifikasi operator, dan perhitungan load chart yang tepat.

Di sinilah peran penyedia layanan sewa crane profesional di Cilegon seperti CV. Putra Jaya Laksana menjadi sangat penting: bukan sekadar menyewakan unit, tetapi juga membantu menganalisis kebutuhan teknis proyek Anda, mulai dari pemilihan jenis crane, kapasitas (misalnya kebutuhan crane 25 ton untuk proyek di Cikande), hingga skema penempatan alat dan jadwal kerja di lapangan.

Proyek Lebih Cepat dengan Crane yang Tepat

Berbagai jenis crane, mulai dari tower cranemobile crane/truck cranetelescopic craneboom truck cranecrawler cranerough terrain crane, TMC, hingga forklift. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini akan membantu Anda:

  • Menghindari over-spec atau under-spec kapasitas yang membuang biaya atau membahayakan keselamatan
  • Mempercepat durasi pekerjaan berkat pemilihan alat yang sesuai dengan pola kerja proyek
  • Menjaga kelancaran logistik material dari area penerimaan, penyimpanan, hingga titik pemasangan

Bagi perusahaan dan kontraktor di kawasan industri seperti Cilegon dan Cikande, bekerja sama dengan penyedia crane yang berpengalaman lebih dari 15 tahun seperti CV. Putra Jaya Laksana adalah langkah strategis. Dengan armada lengkap dan tim yang memahami standar teknik serta K3, Anda dapat lebih tenang fokus pada kualitas konstruksi, sementara urusan pengangkatan dan pemindahan beban berat ditangani oleh profesional yang tepat.