Ketika Berita Daerah dan Nasional Menentukan Cara Kita Bersikap

Ketika Berita Daerah dan Nasional Menentukan Cara Kita Bersikap

Saya mulai menyadari satu hal belakangan ini: cara kita bersikap terhadap banyak hal sering kali dipengaruhi oleh berita yang kita baca. Bukan hanya isinya, tetapi dari mana berita itu berasal. Informasi yang kita konsumsi diam-diam membentuk cara berpikir, cara menilai, bahkan cara bereaksi.

Ketertarikan saya pada berita Jawa Barat muncul bukan karena faktor kedekatan geografis semata, melainkan karena isu-isu daerah sering kali paling jujur menunjukkan kondisi masyarakat. Persoalan jalan rusak, layanan publik, konflik kebijakan lokal, hingga denyut ekonomi kecil yang jarang masuk sorotan media besar, semuanya hadir di level daerah.

Membaca berita Jawa Barat membuat saya merasa lebih “membumi”. Ada konteks sosial yang tidak bisa digantikan oleh sekadar headline nasional. Kita bisa melihat bagaimana kebijakan diterjemahkan di lapangan, bagaimana masyarakat merespons, dan bagaimana dampaknya terasa langsung.

Namun, hanya mengandalkan perspektif lokal juga tidak cukup. Banyak persoalan daerah sejatinya merupakan turunan dari keputusan di tingkat pusat. Di sinilah kabar nasional mengambil peran penting. Ia memberi gambaran besar tentang arah negara, dinamika politik, hingga kebijakan strategis yang kelak menentukan nasib daerah.

Mengikuti kabar nasional membantu saya memahami bahwa peristiwa yang tampak kecil di daerah sering kali berkaitan dengan kepentingan yang lebih besar. Ada relasi antara regulasi, kekuasaan, dan realitas sosial yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Masalahnya, di era digital ini, berita tidak selalu hadir dalam bentuk yang utuh. Potongan informasi, judul provokatif, dan opini yang dibungkus sebagai fakta membuat banyak orang terjebak pada kesimpulan prematur. Akibatnya, ruang publik dipenuhi emosi, bukan pemahaman.

Di titik ini, literasi berita menjadi sangat relevan. Memilih sumber berita Jawa Barat dan kabar nasional yang konsisten, tidak sensasional, dan bertanggung jawab adalah langkah kecil, tetapi berdampak besar. Setidaknya, kita belajar untuk tidak mudah tersulut oleh narasi yang belum tentu benar.

Bagi saya, membaca berita hari ini bukan lagi soal ingin tahu atau tidak. Ia adalah bentuk kesadaran. Kesadaran bahwa informasi yang kita serap akan memengaruhi cara kita memandang orang lain, kebijakan, bahkan diri kita sendiri.

Mungkin kita tidak bisa mengendalikan arus berita yang begitu deras. Tetapi kita selalu punya pilihan: berhenti sejenak, membaca lebih dalam, dan mencoba memahami sebelum bereaksi.